Minggu, 23 Agustus 2015

Tentang Anak Adam

Senja kuhentikan atas nama anak adam

Aneh, anak adam yang aneh, gumamku

Sambil bertanya, aku terseret dalam arusnya

Bukan, bukan arus pantai biasa.

Ia tenang, penuh gejolak dan tetap mengalir apa adanya

Ku sangkakan ia milikku, setelah pelukan gemericik mengembara ke seluruh tubuh

Bukan, ia bukan milikku

Anak adam hidupnya sangat berarti

Waktunya telah diparuhkan, dipinjam, tak kembali

Anak adam, mencoba membuat makna diri

Tugasku adalah menghargai, tugasku memahami

Hingga akhirnya ia pulang dari kembara

dan.... terlelap di pelukku

dalam......suatu malam




Sabtu, 25 April 2015

Syukur

Tersungging senyum di bibir pagi ini, aku menjajarkan pakaian-pakaian cantik di lemari.
Aku menyusun alat-alat rias di atas meja sekaligus beberapa aksesori.
Kupikir, inilah hal-hal kecil yang membuatku bersyukur. Aku mendapatkan semua yang aku dambakan sejak kecil, semua, hasil dari kerjaku.

Terlebih lagi, aku selalu ingin mengatakan ini:
"Mungkin aku sangat pelan dalam menjelalah sudut-sudut dunia, meskipun aku selalu mengatakan aku sangat suka jalan-jalan. Mungkin aku tidak secepat kalian yang bisa dalam jangka bulan atau minggu berganti-ganti destinasi, meskipun aku selalu mengatakan aku sangat suka jalan-jalan. Tapi, aku sangat puas, perjalananku yang belum seberapa jauh ini, semua hasil dari jerih payahku."