Jumat, 11 Oktober 2013

#thought601 Melambat

Suatu ketika aku merasa waktu dan hidupku tidak seiring.  Waktu terus terburu-buru maju, hidupku diam, ia duduk berleha-leha. Orang-orang terus bersorak sorai bangga. Hatiku pegal.

Aku kemudian ikut duduk bersama hidupku, disebelahnya, ia mengajakku bicara.

"kau pernah memintaku pada Tuhan, kan?"

Aku terdiam, berusaha keras mengingat-ingat.
Aku menatap hidupku lama, lama sekali sampai aku sakit kepala.
Kulihat tubuhnya usang, dia mimpiku di masa lalu.
Aku ingat, hidupku adalah semua yang pernah kumintakan pada Tuhan.

"Kenapa kau duduk?"

Aku terlalu malu menjawab pertanyaan hidupku, kubalas dia dengan tanya lainnya.

"Lelah, kau bandingkan terus dengan orang lain"


Minggu, 15 September 2013

#thought478 a Perfect Timing

Mencari waktu yang tepat, yang sempurna.

1.
Waktu itu sore hari, tempat duduk bercengkrama sudah ramai. Ia terpaksa duduk disebelahku, satu-satunya yang masih bisa diisi oleh tubuhya, daripada harus berdiri bersandar ke tembok. Ia dan aku tidak saling kenal, namun ia tersenyum padaku cukup lama. Aku, sebenarnya aku yang ketahuan menatapnya lama. Manis.
Aku sudah memperhatikannya sejak beberapa minggu lalu. Aku ingin tahu namanya. Terlalu lama, akhirnya tak kusadari saat itu berlalu.


2.
Hari itu dia berkumpul dengan teman-temanku. Anggap saja salah seorang temanku tahu, ketertarikanku padanya. Temanku datang untuk bergabung dan menawarkan jadi comblang. Aku malu dan bersikeras menolak. "Aku tahu caraku" ku katakan pada temanku. Temanku menyerah dan berlalu, bersama celah untuk ia mengenalku. Aku lihat dari kejauhan tawa serunya, masih manis.

3.
Malam yang melelahkan, aku menunggu pintu ajaib yang membawaku pulang. Aneh, ada dia di seberangku, menunggu masuk ke pintu yang sama. Kami lelah. Mata-mata kami menyebrang, ada kata basa-basi yang tertahan di ujung lidah. Setidaknya, di ujung lidahku. Kenapa kelu? Bahkan menukik bibir untuk menunjukan keramahanku nampak mustahil. Tidak. Pintu ajaib telah membawa kami menemukan jalan pulang. Tanganku melambai, tapiia sudah berlalu.

Waktu yang tepat.
Pernahkah ia ada? atau... ia selalu ada di sana dan aku selalu melewatkannya.
Sebenarnya....aku tahu kok jawabannya.